Rabu, 23 April 2008

MESIN GESEK BANK PERMATA

Bank permata beberapa waktu lalu, ketika terdapat program Mesin gesek, semua karyawan tidak perduli, bukan saja orang Marketing back office-pun jadilah, mereka diperintahkan untuk memasarkan mesin geseknya. Setelah dipasarkan dan mendapatkan banyak klien, ternyata bagian penyediaan mesin tidak bisa memenuhi pesanan mesin tersebut. Ada yang terlambat sampai 6 bulan sehingga banyak nasabah marah-marah. Mesin juga tidak dikelola dengan baik, jika terjadi kerusakan maka nasabah kesulitan dalam mengoperasikan. Semua itu bersumber pada tidak seimbangnya antara pemasar yang terdiri dari back office dari semua kantor cabang plus orang marketing, sementara itu mesin dan instruktur penggunaan mesin jumlahnya terbatas. Itulah kehebatan marketing plan Bank Permata menciptakan pasarnya! Sayangnya mereka lupa bahwa ada trouble marketing, yaitu tidak seimbangnya antara demand & supply.

AWAS ADA PENIPUAN MENUMPANG PROGRAM PROMOSI

Kasus Kopi ABC berhadiah. (Masalah program promosi)
Kopi merek ABC dari Santos Jaya (Kapal Api) dikabarkan telah diganggu oleh oknum tertentu dengan memberikan label berhadiah pada kopi ABC tersebut. Padahal kopi merek ABC tidak mengadakan undian berhadiah. Bentuk hadiah itu adalah stiker yang dipasang di Kopi dengan tulisan bahwa pihak pembeli kopi bubuk tersebut mendapatkan hadiah, dan hadiah bisa diambil dengan cara menebus dengan membayar sejumlah pajak tertentu yaitu antara 10% sampai dengan 15%. Hati-hati dengan penipuan sejenis ini, sebab setelah pajak dibayarkan, hadiah yang akan dikirimkan setelah ditunggu pastilah tidak nongol. Bagi anda yang lengah pastilah akan tertipu oleh oknum tersebut. Yang harus diingat bahwa Program promosi yang dilaksanakan oleh Perusahaan memiliki periode tertentu. Kenyataannya konsumen tidak tahu jika periode undian sudah selesai dilakukan. Mereka kecele, mengira undian itu benar-benar sungguhan. Selidikilah dan jangan keburu membayar sesuai permintaan oknum jika ingin selamat.

Selasa, 22 April 2008

JANGAN REMEHKAN SPG

Kerberhasilan berbagai produk, sampai mendapat Top of Brand maupun superbrand, tidak luput dari buah tangan para SPG (Sales promotion Girl), oleh sebab itu para petinggi perusahaan, terutama departement marketing, jangan remehkan SPG. Kalau diintip kinerja mereka, maka mereka juga termasuk penentu dalam keberhasilan produk. Bayangkan saja, sebagai wanita mereka rela untuk naik ke tangga, hanya untuk membetulkan dan merapikan produknya agar rapi dan sedap dipandang mata. Selain memajang produk agar timbul impulse buying, mereka juga seringkali aktif berkeliaran disekitar rak untuk mengejar dan menawarkan produknya kepada konsumen. Itu termasuk pemandangan normal, tetapi kadang kala mereka terlibat perkelahian, sampai jambak menjambak dengan SPG kompetitornya demi mempertahankan raknya yang digeser oleh SPG produk lain tersebut.
Ada kisah yang menarik, ketika Produk susu Anline pertama kali launching dan perusahaan belum memiliki sarana transportasi memadai, SPG-lah yang menjadi korban. Mereka dengan rela naik berjejal-jejal di kabin mobil box demi menawarkan barang ke konsumen langsung di hari sabtu. Tujuannya satu yaitu agar produk Anline bisa dikenali oleh konsumen. Setelah menjadi market leader di produk susu spesialis tulang, rupanya perusahaan ini tetap mengkaryakan SPG untuk mempertahankan posisi produknya di pasar. Demikian ujar Floriberto Siddharta, mantan marketer di Anline, yang sekarang adalah Sales Director produk sanitary Napkind Kimberly- Clark Indonesia.
Begitu pula yang dituturkan oleh Eko S. Asmoro, Nasional sales manager PT. Zensei Indonesia, keberhasilan produk baru seperti Popoku ternyata juga diawali dengan cara memberdayakan SPG sebagai ujung tombak dari perusahaan. Penulis setuju dengan hal itu, sebab selama 22 tahun berkecimpung di dunia pemasaran, pemberdayaan SPG adalah hal utama. Meskipun dalam penelitian secara terpisah SPG tidak berhubungan secara langsung pada pertumbuhan penjualan. Tetapi secara bersama-sama dengan salesman, deliveri, pengecer bahkan dengan distributor produk bisa berhasil dengan baik. Kesimpulannya, jangan remehkan SPG jika produk anda ingin bertahan di pasar.

BAYGON MAT MENGHILANG DARI PASAR

Berita Baygon Mat menghilang dari pasar bukan BERITA baru lagi. Produk ini justru menghilang dari rak-rak pasar modern justru ketika sedang berprogram, beli 2 pcs dapat tambahan 1 pcs. Hal ini juga diteguhkan oleh survei AC Nielson yang mengatakan bahwa produk ini sejak program, tidak pernah sampai ke tangan end user. Tentu saja problem ini memusingkan pihak manajemen Baygon, sebab harapan besarnya menajemen Baygon adalah dengan adanya program itu, maka produk bisa dipajang di semua rak supermarket, mini market maupun Hypermarket. Celakanya justru sejak program, barang itu menghilang dari rak-rak pasar modern dan ditengarai program ini ada yang menyabot, kalau tidak kompetitor Baygon, bisa jadi adalah para pedagang yang sedang kehausan mendapatkan untung besar. Kesimpulannya, hati-hati dengan program promosi anda dan siapkan segala kemungkinan program anda gagal karena disabot oleh kompetitor maupun customer anda sendiri.

STRATEGI BERIKLAN AVIAN MENCAPAI TOP OF BRAND

Rahasia Avian mencapai Top Of Brand dikemukakan oleh Agung dari RCTI, bahwa untuk mencapai posisi itu, Avian tidak luput dengan strategi beriklannnya. Rumus yang digunakan oleh Avian dalam beriklan adalah ketika menjelang peak season (penjualan tertinggi) seperti menjelang lebaran, frekuensi tayangan iklan diperbanyak. Sedang ketika tidak dalam kondisi peak season atau penjualan dalam kondisi flat, iklan yang ditayangkan hanya sesekali saja yaitu untuk mengingatkan kepada konsumen saja kalau ada produk Avian. Intinya dalam setahun Avian tetap beriklan dengan konsisten dan mengatur tayangan iklan disesuaikan dengan kondisi pasar. Selain itu Avian juga melakukan rotasi program promosinya secara berselang seling, baik yang below the line maupun a bove the line-nya. Avian juga melakukan co Branding untuk meningkatkan brand awareness dan kekuatan mereknya. Tidak keliru kalau suatu waktu, kita melihat bill board cat Avian berdampingan dengan Indo Mie, maupun sabun cuci Attack. Semua itu adalah upaya Avian untuk mencapai Top Of brand.